Mendirikan Shalat
Rukun Islam yang Kedua: Mendirikan Shalat
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ
Teman-teman,
Setelah kita mengucapkan syahadat, pondasi berikutnya yang menegakkan bangunan Islam kita adalah shalat. Jika syahadat adalah kunci, maka shalat adalah tiangnya.
1. Dalil Shalat dalam Hadits Arbain
Teman-teman, shalat disebutkan langsung setelah syahadat di dalam dua hadits pokok.
Dalam Hadits Arbain ke-2, Hadits Jibril, ketika Jibril bertanya apa itu Islam, Rasulullah menjawab salah satunya adalah:
وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ
“Dan kamu mendirikan shalat”[1].
Dalam Hadits Arbain ke-3, hadits tentang bangunan Islam, Rasulullah bersabda:
بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ الْبَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ
“Islam dibangun di atas lima perkara”[2], dan yang kedua adalah iqamatus shalat, mendirikan shalat.
2. Mengapa Shalat Disebut Tiang Agama?
Teman-teman, Rasulullah menyebut shalat sebagai tiang agama. Kalau tiang roboh, bangunan ikut roboh.
Allah berfirman tentang pentingnya shalat:
إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”[3].
Dan juga:
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ
“Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat”[4].
Shalat itu bukan sekadar gerakan, tapi penghubung langsung antara hamba dengan Rabb-nya, lima kali sehari.
3. Bagaimana Shalat Itu Hidup Sehari-hari?
Teman-teman, shalat itu melatih kita untuk disiplin dan tenang.
Saat adzan berkumandang, kita belajar berhenti sejenak dari kesibukan dunia. Saat kita wudhu, kita membersihkan diri lahir batin. Saat kita berdiri menghadap kiblat, kita ingat bahwa kita punya tujuan.
Kalau kita jaga shalat lima waktu, insyaAllah hati lebih terjaga dari perbuatan keji dan mungkar, seperti firman Allah:
إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ
“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar”[5].
4. Kesimpulan
Shalat adalah tiang. Siapa yang menegakkannya, ia menegakkan agama. Siapa yang meninggalkannya, ia merobohkan agama. Mari kita jaga shalat kita, tepat waktu dan dengan khusyuk.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
📚 Referensi
- Hadits Arbain An-Nawawi No. 2 - Hadits Jibril, riwayat Muslim. sunnah.com/nawawi40:2 - Matan: Wa Tuqiimash Shalah.[1]
- Hadits Arbain An-Nawawi No. 3 - Buniyal Islamu 'ala Khamsin. sunnah.com/nawawi40:3, juga Bukhari:8 dan Muslim:16.[2]
- QS. An-Nisa:103 - quran.com/4/103 - Shalat adalah kewajiban yang ditentukan waktunya.[3]
- QS. Al-Baqarah:43 - quran.com/2/43 - Perintah mendirikan shalat dan menunaikan zakat.[4]
- QS. Al-Ankabut:45 - quran.com/29/45 - Shalat mencegah perbuatan keji dan mungkar.[5]

Posting Komentar