Beriman kepada Allah

Daftar Isi

Allah Maha Pencipta dan Maha Pemelihara Alam Semesta

Allah Maha Pencipta Segala Sesuatu - daar elthooba

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

Halo teman-teman! Coba perhatikan alam di sekitar kita. Ada matahari yang terbit setiap pagi, awan yang membawa hujan, pepohonan hijau, burung-burung yang terbang, hingga tubuh kita sendiri. Pernahkah kalian berpikir, siapa yang membuat dan menjaga semua itu?

Jawabannya adalah **Allah SWT**. Allah tidak hanya membuat alam semesta ini ada, tetapi Allah juga yang terus-menerus merawat dan memeliharanya setiap detik tanpa pernah lelah sedikit pun!

1. Allah sebagai Al-Khaliq (Maha Pencipta) dan Al-Wakil (Maha Pemelihara)

Teman-teman, mari kita bayangkan sebuah mainan robot yang sangat canggih. Robot itu dibuat oleh seorang pabrik atau pembuat mainan. Tetapi setelah robot itu selesai dibuat dan dijual, pembuatnya tidak lagi ikut campur merawat robot itu. Jika baterainya habis atau rusak, pembuatnya tidak otomatis membetulkannya, bukan?

Nah, Allah SWT tidak seperti pembuat mainan! Allah punya dua peran yang sangat luar biasa bagi seluruh alam semesta:

  • Allah Maha Pencipta (Al-Khaliq): Allah-lah yang menciptakan segala sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada, mulai dari planet di angkasa sampai semut kecil di atas tanah.
  • Allah Maha Pemelihara (Al-Wakil): Setelah menciptakan segalanya, Allah tidak meninggalkan ciptaan-Nya begitu saja. Allah yang memberi makan hewan-hewan, mengalirkan darah di tubuh kita, dan menjaga agar bumi tidak bertabrakan dengan bintang lain.

2. Dalil Al-Qur'an tentang Allah Pencipta dan Pemelihara

Kebenaran bahwa Allah adalah Pencipta sekaligus Pemelihara tertulis langsung di dalam Al-Qur'an. Allah SWT berfirman:

اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ

Artinya: "Allah Pencipta segala sesuatu dan Dia Maha Pemelihara atas segala sesuatu." (QS. Az-Zumar: 62)[1]

3. Kaitan dengan Rukun Iman Pertama (HR. Muslim No. 9)

Teman-teman, mengenali Allah sebagai Pencipta dan Pemelihara adalah bagian paling penting dari isi dada seorang muslim. Hal ini berkaitan erat dengan sabda Rasulullah ﷺ saat menjelaskan rukun iman yang pertama:

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ

Artinya: "(Iman itu adalah) engkau beriman (percaya) kepada Allah..." (HR. Muslim: 9)[2]

Pelajaran dan Konsekuensi Keimanan:

Melalui gabungan ayat dan hadits di atas, teman-teman bisa mengambil pelajaran penting dalam kehidupan sehari-hari:

  • Arti Beriman kepada Allah (An Tu'mina Billah): Beriman kepada Allah tidak sekadar percaya bahwa Allah itu ada. Tetapi hati kita juga harus yakin sepenuh hati bahwa hanya **Allah-lah satu-satunya Pencipta** yang membuat kita ada di dunia, dan **Allah-lah satu-satunya Pemelihara** yang selalu menjaga dan melindungi hidup kita.
  • Tidak Perlu Takut dan Khawatir: Karena kita tahu bahwa Allah Maha Pemelihara atas segala sesuatu, kita tidak perlu merasa sendirian atau takut. Saat kita sedih, bingung, atau butuh bantuan, kita cukup berdoa dan meminta langsung kepada Allah yang memelihara seluruh alam ini.

Masya Allah! Alangkah tenangnya hati kita saat tahu bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Dialah yang menciptakan kita dan Dialah yang selalu menjaga kita setiap hari.

Yuk, kita jadikan rasa percaya ini untuk semakin rajin beribadah dan selalu bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan kepada kita!

Demikian ceramah singkat dari saya. Semoga Allah SWT selalu menjaga iman dan keselamatan kita semua.

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Oleh daar elthooba


Referensi / Footnote:

  1. QS. Az-Zumar Ayat 62 (Quran.com) - Penegasan Tauhid Rububiyah bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta (Khaliq) dan Pengatur/Pemelihara (Wakil) seluruh makhluk tanpa terkecuali.[1]
  2. HR. Muslim No. 9 (Dalam penomoran Syarh Shahih Muslim No. 8) - bersumber dari sahabat Umar bin Al-Khattab radhiyallahu 'anhu, tentang landasan pokok rukun iman yang pertama yaitu meyakini Allah SWT dengan segala sifat kemuliaan-Nya.[2]

Posting Komentar