Muharram: Momentum Perubahan
Muharram: Saatnya Upgrade Diri Menjadi Anak Shalih
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
Halo teman-teman shalih dan shalihah! Pernah tidak kalian merasa senang saat aplikasi permainan di *gadget* atau komputer mendapatkan *update* terbaru? Biasanya setelah di-*update*, fiturnya jadi lebih keren, karakternya makin hebat, dan tidak mudah *lag* atau eror lagi, kan?
Nah, tahu tidak kalau diri kita sebagai seorang muslim juga butuh di-*update*? Momen yang paling pas untuk melakukan perubahan atau *upgrade* diri itu adalah di bulan **Muharram**, yaitu bulan pertama dalam kalender Hijriah atau tahun baru Islam. Bulan Muharram adalah bulan yang sangat mulia dan dicintai oleh Allah SWT.
1. Kenapa Harus Berubah di Bulan Muharram?
Nabi Muhammad ﷺ dahulu melakukan hijrah—yaitu pindah dari kota Mekkah ke kota Madinah—untuk memulai kehidupan yang lebih baik dan menyebarkan Islam dengan damai. Bagi kita anak-anak, hijrah atau perubahan di bulan Muharram ini bisa kita artikan sebagai momen untuk meninggalkan kebiasaan buruk dan menggantinya dengan kebiasaan yang baik.
Kira-kira, apa saja ya yang perlu kita *upgrade* dari diri kita? Yuk, kita lihat daftarnya:
- Upgrade Shalat kita: Yang tadinya shalatnya masih sering bolong-bolong atau suka ditunda-tunda karena asyik bermain, sekarang harus langsung siap-siap begitu mendengar adzan.
- Upgrade Sikap kepada Orang Tua: Yang biasanya kalau disuruh membantu Ayah atau Bunda masih suka bilang "ah" atau cemberut, sekarang langsung menjawab dengan sopan dan membantu dengan tersenyum.
- Upgrade Lisan kita: Yang biasanya lisannya sering dipakai untuk mengejek teman atau mengobrol kosong, sekarang kita ganti dengan banyak membaca Al-Qur'an dan berdzikir.
2. Amalan Hebat di Bulan Muharram
Selain memperbaiki sikap, Rasulullah ﷺ juga mengajari kita sebuah amalan yang pahalanya sangat besar khusus di bulan Muharram ini, yaitu memperbanyak ibadah puasa sunnah, terutama Puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram.
Rasulullah ﷺ bersabda mengenai keutamaan bulan ini:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ
Artinya: "Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharram." (HR. Muslim: 1163 / 1982)[1]
Fadhilah Berdasarkan Teks Hadits:
Teman-teman, jangan sampai kita melewatkan kesempatan emas di bulan mulia ini. Ada hadiah luar biasa dari Allah bagi anak-anak yang mau belajar berpuasa di hari Asyura (tanggal 10 Muharram):
- Penghapusan Dosa Selama Setahun Penuh: Berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ, beliau mengharapkan pahala dari Allah agar puasa pada hari Asyura itu dapat **menghapus dosa-dosa yang diperbuat pada setahun yang lalu**. [2]
Masya Allah! Begitu baiknya Allah kepada kita. Hanya dengan belajar menahan lapar dan haus satu hari saja di hari Asyura, catatan dosa dan kesalahan kita selama satu tahun ke belakang langsung dibersihkan oleh Allah SWT.
Yuk, kita jadikan momentum tahun baru Hijriah di bulan Muharram ini sebagai garis *start* untuk menjadi pribadi yang baru. Mari kita tunjukkan kepada Allah bahwa kita bisa menjadi anak yang lebih shalih, lebih pintar, dan lebih berbakti kepada orang tua!
Demikian ceramah singkat dari saya. Semoga Allah SWT selalu menolong kita untuk berubah menjadi lebih baik.
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Oleh daar elthooba
Referensi / Footnote:
- HR. Muslim No. 1163 / 1982 (Dalam penomoran Syarh Shahih Muslim No. 1982) - bersumber dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, tentang keutamaan bulan Muharram sebagai *Syahrullah* (Bulan Allah).[1] ↩
- Matan Hadits Muslim No. 1162 / 1976 - Redaksi lafadz fadhilah puasa Asyura: صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ "Shiyaamu yaumi 'aasyuuraa-a ahtasibu 'alallaahi an yukaffiras-sanatal-latii qablahu" (Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu).[2] ↩



Posting Komentar